Menghindari Gosip


CAM00291Gosip atau desas-desus adalah selentingan berita yang tersebar luas, namun kebenarannya masih diragukan. Biasanya sebuah berita tentang suatu keadaan yang terjadi pada seseorang. Gosip tersebar melalui mekanisme pembicaraan dari mulut ke mulut, hingga akhirnya berita itu menjadi rahasia umum.

Berpijak pada landasan salah satu objektif syariat yang primer, hifdz al a’raadh (menjaga kehormatan manusia), membuat gosip, menyebarluaskan, atau sekedar mempercayainya merupakan perbuatan yang dikecam oleh syariat. (lebih…)

Manusia Pemikul Amanah


1560575_10152082441129088_2085542519_nManusia tidak dicipta sia-sia. Demikian yang Allah tegaskan dalam beberapa ayat dalam kitab-Nya. Ada amanah besar dan berat di pundak setiap manusia. Sebelum manusia memikul amanah itu, Allah telah menawarkannya kepada makhluk-makhluk yang sangat hebat terlebih dahulu, kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Allah berfirman (yang artinya):

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung,” Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh.” (QS. Al Ahzab: 72) (lebih…)

Lima Front Ujian


lightning-thunder-darkSaat manusia terlahir ke dunia, praktis ia akan menjalani kehidupan dengan ragam ujian di dalamnya. Ya, di dunia ini manusia akan diuji. Dengan ragam ujian itu, nasib manusia pada kehidupan berikutnya dipertaruhkan. Ada yang beruntung, ada yang rugi. Ada yang bahagia, dan ada yang sengsara. Syaikh Muhammad Hasan al Dedew al Syanqithy hafidzahullah menjelaskan, ada lima front ujian yang akan dihadapi oleh manusia dalam menjalani kehidupannya.[1]
(lebih…)

Berbuatlah, Dan Lupakan Cacian Manusia


forest-waySelamat dari keburukan manusia adalah perkara yang sangat sulit untuk diraih, khususnya bagi orang yang sedang berada di garda depan berbuat sesuatu yang besar dan berusaha mewujudkan kebaikan. Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang menetapkan dirinya akan selamat dari celaan dan cacian manusia, maka ia adalah orang gila.”

Jika demikian, sangat penting bagi siapa pun untuk tidak terlalu mempedulikan urusan manusia dalam hatinya, menjadikan pengawasan mereka, rasa khawatir terhadap cacian dan celaan mereka penghalang antara dirinya dan tujuan mulia yang dicita-citakannya, baik untuk dirinya, umatnya dan negerinya.

(lebih…)

Islam Agama Yang Mudah


download (1)Salah satu karakteristik ajaran Islam yang menonjol adalah mudah dan memudahkan. Ajaran (syariat) Islam tidak datang untuk mempersulit dan menyempitkan kehidupan manusia, ia justru datang untuk menjadi rahmat dan kebaikan bagi mereka di dunia dan akhirat. Allah jalla jalaaluhu, dalam sejumlah firmam-Nya dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa sabdanya, yang telah mendeklarasikan sendiri Islam sebagai agama yang mudah.

(lebih…)

Neraca Maslahat Dalam Melarang Amalan Bid’ah Menurut Ibnu Taimiyyah


gdfgerBid’ah adalah keyakinan atau perbuatan yang bertentangan dengan al Qur`an, Sunnah dan Ijmak (Ibnu Tamiyyah). Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sangat mewanti-wanti umatnya agar menjauhi perbuatan bid’ah. Hadis-hadisnya sangat terkenal. Para ulama dari kalangan para sahabat, tabi’iin, taabi’u at-tabiin dan setelah mereka hingga saat ini juga telah banyak menjelaskan larangan mengada-ngada dalam agama, baik dalam urusan keyakinan maupun urusan amal perbuatan.

Tidak diragukan lagi, bahwa bid’ah termasuk kategori kemungkaran yang harus dirubah dan diingkari, manakala ia terjadi pada sebuah masyarakat muslim. Membiarkannya sama dengan membiarkan kemungkaran atau pelanggaran lainnya dalam agama. Bahkan, bid’ah menurut sejumlah para ulama lebih berat dari maksiat.

(lebih…)

Manusia Akan Diuji dengan Dua Perkara  


www_arab-x_com_44f362f593Dunia merupakan dar al ibtilaa`, negeri ujian. Manusia yang tinggal di dalamnya akan diuji oleh Allah rabbul ‘aalamin, satu-satunya pemilik kehidupan ini. Yang sukses melewati ujian akan mendapat keberuntungan yang besar, sementara yang gagal akan menerima kerugian yang nyata.

Manusia akan diuji dengan dua perkara:

Pertama: Dengan kejadian-kejadian yang Allah tentukan atas mereka, yang Allah kehendaki dan tidak ada siapa pun yang dapat mencegahnya. Utamanya adalah kejadian-kejadian yang tidak manusia harapkan. Setiap manusia akan Allah uji dengan takdir-takdir-Nya (hukum-hukum kauniyyah) yang tidak disukainya. (lebih…)

Sudah Taubat, Tapi Masih Ingin Maksiat (?)


25112013-5f194Taubat dari maksiat setelah sekian lama perbuatan dosa itu dilakukan bukan perkara mudah. Pasalnya, hati sudah kadung suka dengannya. Kecenderungan hati manusia sangat ditentukan oleh kebiasaannya. Sesering apa ia berbuat maksiat, sebesar itulah kecenderungan hatinya pada perbuatan itu. Jangankan yang sudah lama tenggelam dalam suatu perbuatan maksiat, satu kali saja memperbuatnya, hati akan cenderung suka kepadanya. Butuh perjuangan yang tidak ringan untuk dapat melepaskan diri darinya secara total. Butuh usaha yang tidak sebentar untuk dapat memupus kecenderungan hati kepadanya secara tuntas.

(lebih…)

Cara Diangkatnya Ilmu


makhtouta2Pada akhir zaman, dekat dengan hari kiamat, ilmu akan diangkat. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh diantara tanda hari kiamat adalah, ilmu diangkat, kebodohan nampak, zina merebak, khamr diminum….” (HR Bukhari Muslim)

Jika ilmu diangkat, maka tentu yang akan terjadi adalah kebodohan dimana-mana. Hampir di semua tempat, kebodohan terjadi. Walaupun akan tetap ada sekelompok manusia yang berilmu dan berpegang teguh kepada agamanya, namun kebanyakan mereka tenggelam dalam kebodohan. Bagaimana cara ilmu diangkat? (lebih…)

Benarkah Orang yang Memilih untuk Berpartisipasi Dalam Pemilu Bermental Tempe dan Seperti Kabayan?


tempeDalam kajian Maqashid Syariah kita mengenal istilah “Adh-Dharuriyyat al Khams” (lima perkata darurat), yaitu Agama, Akal, Jiwa, Keturunan dan Harta. Kelima perkara ini senantiasa dijaga oleh Syariat, karena ia bersifat primer, sangat penting dan darurat untuk keberlangsungan hidup manusia di dunia dan kesuksesan mereka di akhirat. Sehingga, manakala kelima perkara ini, atau salah satunya dalam kondisi terancam, situasi itu dapat dinyatakan sebagai “situasi darurat”. Dan dalam kaidah fikih dikatakan, “Adh-Dharuratu tubiihu al Mahdzuraat” (Keadaan darurat membolehkan hal yang dilarang). (lebih…)