Ujian Yang Nyata: Latar Belakang Historis Syariat Qurban


a1Hati siapa yang tidak berdesir membaca kisah Nabi Ibrahim dan puteranya Isma’il ‘alaihimassalam. Momen ied adhhaa akan mengingatkan kita pada kisah mereka berdua. Yaitu kisah tentang ‘Ujian yang Nyata’ (al Balaa` al Mubiin), yang kemudian menjadi latar belakang historis pelaksanaan Ibadah Qurban dalam Syariat Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kisahnya diabadikan oleh Allah dalam al Qur`an surat Ash-Shaffat: 100 – 111.

Nabi Ibrahim telah lama menanti seorang anak. Ia sudah renta, dan istrinya, Sarah, mandul. Tak putus harapan, Ibrahim memohon kepada Rabbnya, “Wahai Rabbku, karuniakan aku seorang anak dari kalangan orang-orang shaleh.”

(lebih…)

Khalid Azhari; Tukang Menyalakan Lampu (Waqqad) Masjid Yang Menjadi Pakar Nahwu


lampuZainuddin Khalid bin Abdillah al Azhari asy Syafi’i adalah seorang pakar dalam bidang ilmu nahwu. Karya-karya ilmiah yang ditelurkannya telah memperkaya khizanah keilmuan Islam dan sangat bermanfaat, khususnya bagi para penuntut ilmu dan peneliti bahasa Arab. Diantara karya beliau adalah:

  1. Al Muqaddimah Al Azhariyyah beserta syarahnya
  2. At-Tashriih ‘alaa Al Taudhiih, sebuah kitab syarh atas kibab Al Taudhih karya Ibnu Hisyam yang terbaik.
  3. Tamriin al Thullaab fii Shinaa’ati al I’raab, kitab yang memuat I’rab bait-bati Alfiyyah Ibnu Malik.
  4. Syarh al Aajurruumiyyah
  5. Muwashshilu Al Thullaab Ilaa Qawaa’idi al I’raab, sebuah kitab Syarh Qawa’idu al I’raab karya Ibnu Hisyam.
  6. Dan yang lainnya

(lebih…)

Memetik Pelajaran Dari Kisah Karun (QS. Al Qashash: 76 – 83)


إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةkarun

Sesungguhnya Karun adalah Termasuk kaum Musa, Maka ia Berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat.”

Karun sebelumnya adalah pengikut Nabi Musa ‘alaihissalam yang beriman. Ia juga seorang pembaca Taurat yang bersuara indah. Mayoritas ahli tafsir menyebutkan Karun juga sepupu Nabi Musa ‘alaihissalam. Pada saat ia beriman, kondisinya miskin dan kekurangan. Namun tatkala Allah mengaruniakan kepadanya pundi-pundi kekayaan yang sangat banyak, ia pun menjadi kufur, berbuat aniaya dan sombong.

(lebih…)

Muhammad Gurung; Masuk Islam Setelah Berpuasa di Bulan Ramadhan


gurungGurung adalah satu dari sekian banyak warga negara Nepal yang mencari nafkah di negara Arab Saudi. Nepal sendiri adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Hindu dan Budha. Hanya sedikit saja jumlah muslim disana. Saat pertama kali datang ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai sopir, Gurung adalah pemeluk agama Budha.

(lebih…)

“Pemuda ini lebih berakal dariku..”


ابن عباسAl Hafidz Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya “Al Bidâyah Wa An Nihâyah” 8/298, dalam biografi Imam Ibnu Abbas: “Al Baihaqi berkata –beliau menyertakan sanadnya sampai kepada Ikrimah-:

Ibnu Abbas menceritakan, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, aku berkata kepada seorang laki-laki Anshor,

“Ayo, kita bertanya kepada para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena saat ini mereka masih banyak.”

(lebih…)

Kisah Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab Menguji Tingkat Pemahaman Murid-Muridnya Terhadap Tauhid


Syirik 2Dahulu Syaikh Muhammad –rahimahullah- menulis Kitab At Tauhid. Beliau mensyarahnya untuk murid-muridnya dan mengulang-ulang pembahasan-pembahasannya kepada mereka. para muridnya kemudian berkata kepadanya, “Wahai Syaikh, kami ingin engkau merubah pelajaran ini dengan pelajaran yang lain, seperti kisah, sirah dan sejarah.” Syaikh berkata, “Kita akan pertimbangan hal itu insya Allah.”

Esok harinya Syaikh menemui mereka dengan raut wajah yang sedih dan seperti sedang berfikir. Para muridnya pun bertanya kepadanya sebab kesedihannya.

(lebih…)

Potret Kejahatan Syi’ah dalam Sejarah


Berangkat dari akidah yang rusak dan absurd, sekte Syi’ah kerap menebar kekejian dan kebiadaban kepada kaum muslimin. Sejarah mencatat lembaran demi lembaran kelam kejahatan mereka dan tidak ada seorang pun yang dapat mengingkarinya. Berikut adalah diantara sebagian ‘kecil’ catatan sejarah kejahatan mereka yang digoreskan oleh para ahli sejarah Islam. Mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran dan berhati-hati, karena sejarah seringkali terulang.

Jatuhnya Kota Bagdad

Pada tahun 656 H, Hulagu Khan, Raja Tatar berhasil menguasai kota Baghdad yang saat itu menjadi pusat peradaban Islam di bawah kekuasaan Bani Abbasiyyah. Keberhasilan invansi Tatar ini tidak lepas dari peran dua orang Syi’ah. Yang pertama adalah seorang menteri pengkhianat khalifah Muktashim yang bernama Mu`yyiduddin Muhammad Ibnul Alqamy. Dan yang kedua adalah seorang ahli nujum Nashirudin Ath Thusi penasehat Hulagu.

Pada akhir kepemimpinan khalifah Mustanshir, jumlah pasukan Bani Abbasiyyah mencapai seratus ribu pasukan. Sepeninggal Mustanshir dan tampuk kepemimpinan dipegang oleh Muktashim, Ibnul Alqamy membuat usulan-usulan kepada khalifah untuk mengurangi jumlah pasukan dengan alasan untuk menghemat biaya. Hal itu pun diikuti oleh khalifah. Padahal itu merupakan taktik untuk melemahkan kekuatan pasukan. Hingga akhirnya jumlah pasukan hanya sepuluh ribu saja. (lebih…)

[Kisah Nyata]: Sebaik-baik Wanita Shalehah


Bismillahirrahmanirrahim.. 

Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini dalam salah satu kajiannya mengisahkan sebuah kisah yang sangat menakjubkan. Beliau pernah menziarahi salah seorang sahabatnya. Namun Syaikh mendapatinya sedang menangis. Ketika ditanya sebab dia menangis, sahabatnya itu malah semakin menjadi-jadi. Kemudian ia berkata, “Wahai Syaikh, istriku sedang sakit dan saya mengurusnya sejak beberapa hari ini.” Syaikh mengatakan, saya sangat heran dengan tangisannya yang hebat itu, hingga ia hampir jatuh karenanya. Dan dia adalah orang yang saya kenal shaleh.

Ketika sudah mulai reda tangisannya, dia mulai berkata, “Wahai Syaikh, apakah Anda heran dengan tangisan saya yang seperti ini disebabkan karena istri saya. Andai Anda tahu tentang istri saya sebagaimana saya tahu maka Anda akan memaklumi dan tidak mencelaku karenanya. (lebih…)