Sabilulilmi.com


Bismillahir rahmanir rahim. Para pengunjung blog sabilulilmi.wordpress.com yang kami hormati. Dalam rangka meningkatkan performa, kami telah beralih ke website yang baru: http://www.sabilulilmi.com/ 

Silahkan kunjungi untuk membaca artikel-artikel terbaru. Semoga Allah memberkahi dan semoga bermanfaat..

Menghindari Gosip


CAM00291Gosip atau desas-desus adalah selentingan berita yang tersebar luas, namun kebenarannya masih diragukan. Biasanya sebuah berita tentang suatu keadaan yang terjadi pada seseorang. Gosip tersebar melalui mekanisme pembicaraan dari mulut ke mulut, hingga akhirnya berita itu menjadi rahasia umum.

Berpijak pada landasan salah satu objektif syariat yang primer, hifdz al a’raadh (menjaga kehormatan manusia), membuat gosip, menyebarluaskan, atau sekedar mempercayainya merupakan perbuatan yang dikecam oleh syariat. (lebih…)

Manusia Pemikul Amanah


1560575_10152082441129088_2085542519_nManusia tidak dicipta sia-sia. Demikian yang Allah tegaskan dalam beberapa ayat dalam kitab-Nya. Ada amanah besar dan berat di pundak setiap manusia. Sebelum manusia memikul amanah itu, Allah telah menawarkannya kepada makhluk-makhluk yang sangat hebat terlebih dahulu, kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Allah berfirman (yang artinya):

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung,” Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh.” (QS. Al Ahzab: 72) (lebih…)

Latar Belakang Penulisan Buku ‘Al Wasa`il Al Mufiidah Lil Hayaati As Sa’iidah.’ Karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir al Sa’dy rahimahullah.


10635743_296936430516124_7423424530398244183_nBuku Syaikh yang satu ini ukurannya terbilang kecil, namun syarat dengan makna. Syaikh Abdurrazaq Al Badr mengatakan tentang buku ini, “Mustasyfaa Al Amraad An Nafsiyyah.” (Rumah Sakit Terapi Penyakit-Penyakit Kejiwaan). Berikut adalah latar belakang penulisannya sebagaimana penuturan putera beliau rahimahullah.

Muhammad bin al ‘Allamah Abdurrahman As- Sa’dy dalam kitabnya, “Mawaqif Ijtima’iyyah min Hayaati Asy-Syaikh al ‘Allamah Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy rahimahullah.” hal. 129 berkata:

Diantara hal yang layak disebutkan dalam pembahasan ini adalah:

Para dokter meminta kepada Ayahanda agar selama dalam masa pengobatan, beliau tidak membaca dan menulis terlebih dahulu. Karena aktifitas itu membutuhkan pemikiran dan tenaga, sehingga akan berdampak pada kesehatan beliau dan memperlambat kesembuhan.

(lebih…)

Ikhlas, Melanggengkan Kebaikan


20000000000000000Ikhlas, kata yang mudah diucapkan oleh lisan, namun cukup sulit dihadirkan dan dipertahankan dalam hati. Ayat dan hadis telah sering kita baca dan telinga kita telah berulang kali dijelali ceramah pentingnya ikhlas, namun keikhlasan mudah sekali lenyap dalam qalbu. Bahkan sering tanpa disadari, kita menganggap keikhlasan tidak penting lagi, riya sudah biasa, ujub dan rasa ingin dipuji oleh manusia tak apa-apa.

Butuh kesungguhan untuk menjaga niat, butuh juga pertolongan Allah untuk menangkal riya. Alih-alih kita yang level keimanannya relatif rendah, para ulama di zaman dahulu (salaf) pun ternyata juga perlu untuk bermujahadah melawan ketidakikhlasan, alias riya dalam hatinya.

(lebih…)

Khalid Azhari; Tukang Menyalakan Lampu (Waqqad) Masjid Yang Menjadi Pakar Nahwu


lampuZainuddin Khalid bin Abdillah al Azhari asy Syafi’i adalah seorang pakar dalam bidang ilmu nahwu. Karya-karya ilmiah yang ditelurkannya telah memperkaya khizanah keilmuan Islam dan sangat bermanfaat, khususnya bagi para penuntut ilmu dan peneliti bahasa Arab. Diantara karya beliau adalah:

  1. Al Muqaddimah Al Azhariyyah beserta syarahnya
  2. At-Tashriih ‘alaa Al Taudhiih, sebuah kitab syarh atas kibab Al Taudhih karya Ibnu Hisyam yang terbaik.
  3. Tamriin al Thullaab fii Shinaa’ati al I’raab, kitab yang memuat I’rab bait-bati Alfiyyah Ibnu Malik.
  4. Syarh al Aajurruumiyyah
  5. Muwashshilu Al Thullaab Ilaa Qawaa’idi al I’raab, sebuah kitab Syarh Qawa’idu al I’raab karya Ibnu Hisyam.
  6. Dan yang lainnya

(lebih…)

Manusia Akan Diuji dengan Dua Perkara  


www_arab-x_com_44f362f593Dunia merupakan dar al ibtilaa`, negeri ujian. Manusia yang tinggal di dalamnya akan diuji oleh Allah rabbul ‘aalamin, satu-satunya pemilik kehidupan ini. Yang sukses melewati ujian akan mendapat keberuntungan yang besar, sementara yang gagal akan menerima kerugian yang nyata.

Manusia akan diuji dengan dua perkara:

Pertama: Dengan kejadian-kejadian yang Allah tentukan atas mereka, yang Allah kehendaki dan tidak ada siapa pun yang dapat mencegahnya. Utamanya adalah kejadian-kejadian yang tidak manusia harapkan. Setiap manusia akan Allah uji dengan takdir-takdir-Nya (hukum-hukum kauniyyah) yang tidak disukainya. (lebih…)

Sudah Taubat, Tapi Masih Ingin Maksiat (?)


25112013-5f194Taubat dari maksiat setelah sekian lama perbuatan dosa itu dilakukan bukan perkara mudah. Pasalnya, hati sudah kadung suka dengannya. Kecenderungan hati manusia sangat ditentukan oleh kebiasaannya. Sesering apa ia berbuat maksiat, sebesar itulah kecenderungan hatinya pada perbuatan itu. Jangankan yang sudah lama tenggelam dalam suatu perbuatan maksiat, satu kali saja memperbuatnya, hati akan cenderung suka kepadanya. Butuh perjuangan yang tidak ringan untuk dapat melepaskan diri darinya secara total. Butuh usaha yang tidak sebentar untuk dapat memupus kecenderungan hati kepadanya secara tuntas.

(lebih…)

Nilai-Nilai Ketakwaan Dalam Ibadah Puasa


6741709405_8aba94c3f2_zHikmah teragung dari ibadah puasa adalah untuk mewujudkan ketakwaan. Hal ini yang Allah nyatakan dalam al Qur`an (yang artinya),

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al Baqarah: 183)

Bertakwa kepada Allah dilakukan dengan beriman kepada-Nya, menunaikan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan teguh dalam semua itu. Keutamaan takwa dan pujian bagi orang yang bertakwa sangat tinggi dan harum. Takwa menjadi ukuran kemuliaan seorang hamba, Allah bersama orang yang bertakwa, surga disediakan untuk mereka dan neraka akan dijauhkan dari tubuh-tubuh mereka kelak pada hari kiamat. Allah juga menjanjikan kemudahan dan rizki yang tidak disangka-sangka bagi orang yang bertakwa di dunia.

(lebih…)

Beribadah Dengan Akhlak Baik


201212221356194544Salah satu dimensi ibadah yang banyak dilupakan oleh kaum muslimin adalah berakhlak baik. Ibadah sangat erat kaitannya dengan akhlak. Bahkan, ibadah-ibadah ritual yang kita kenal dan rutin kita jalani, mengandung nilai-nilai akhlak yang mulia di dalamnya. Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqithi mengatakan, “Siapa saja yang mengamati al Qur`an dalam petunjuk-petunjuk yang dikandungnya, ia akan menemukan bahwa prinsip akhlak terdapat dalam seluruh syariat yang ada padanya, termasuk dalam ibadat. Di dalam shalat terdapat nilai khusyuk, kutundukan, ketenangan dan kewibawaan. “Datangilah shalat dengan tenang dan berwibawa.” Dalam zakat terdapat nilai kepatutan dan kederawanan, “Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu membatalkan sedekah-sedekahmu dengan sebutan-sebutan dan perbuatan menyakiti.”

(lebih…)