Lima Front Ujian

lightning-thunder-darkSaat manusia terlahir ke dunia, praktis ia akan menjalani kehidupan dengan ragam ujian di dalamnya. Ya, di dunia ini manusia akan diuji. Dengan ragam ujian itu, nasib manusia pada kehidupan berikutnya dipertaruhkan. Ada yang beruntung, ada yang rugi. Ada yang bahagia, dan ada yang sengsara. Syaikh Muhammad Hasan al Dedew al Syanqithy hafidzahullah menjelaskan, ada lima front ujian yang akan dihadapi oleh manusia dalam menjalani kehidupannya.[1]

Pertama: Setan

Manusia akan diuji oleh makhluk terlaknat bernama setan. Front ini sangat berbahaya, karena setan secara aktif akan terus berusaha menyesatkan dan menggelincirkan manusia. Allah mengabarkan, setan dapat melihat manusia, namun manusia tidak mampu mereka. Bak dua orang yang bertarung, yang satu buta tidak melihat, sementara lawannya dapat melihat. Tentu yang buta harus berilmu bela diri tinggi untuk dapat memenangkan pertarungan. Artinya, kalau manusia tidak kuat dan berilmu, ia tidak akan dapat mengalahkan musuhnya yang satu ini.

Dalam menyesatkan manusia, setan dibantu dua prajurit handalnya; yaitu: (1) Syahwat  dan (2) Syubhat. Syahwat berupa dua hal: fisik dan maknawi. Syahwat fisik seperti syahwat perut dan kemaluan, dan syahwat maknawi seperti ambisi kekuasaan, popularitas dan lain-lain. Untuk menghadapi ujian ini, manusia membutuhkan dua senjata yang sangat ampuh, yaitu kesabaran untuk mengalahkan syahwat dan keyakinan untuk mematikan syubhat.

Kedua: Jiwa

Manusia diilhami jiwa yang suka memerintahkan kepada keburukan (nafsu ammarah bi suu`), mengajak untuk kikir dan malas mengerjakan kebaikan, mengajak untuk tidak menunaikan hak Allah dan hak sesama manusia. Manusia harus berhati-hati dan berusaha untuk tidak berpihak kepada jiwanya yang seperti itu. Justru manusia harus menaklukkan dan mengendalikannya, mengawasinya terus-menerus dan membawanya kepada takwa dan ketundukan kepada Allah.

Ketiga: Teman bergaul yang buruk

Manusia membutuhkan pergaulan dengan sesamanya. Hal yang mustahil bagi manusia untuk hidup dengan kesendirian. Namun, pergaulan dengan sesama manusia itu dapat menjadi jurang keburukan, jika manusia tidak mampu mengendalikan dirinya. Oleh karena itu, solusi paling efektif dalam pergaulan adalah, bergaul dengan orang-orang baik dan shaleh. Dikatakan, teman manusia itu ada tiga macam:

(1) Yang seperti nutrisi bermanfaat (ghidzaa`), yaitu teman yang membatunya dalam urusan-urusan agamanya; mengajarkannya jika ia tidak tahu, mengingatkannya jika ia lupa, membantunya jika ia ingat, menasehatinya, menghilangkan kegundahannya, dan berlomba-lomba dengannya dalam kebaikan. Teman seperti ini senantiasa dibutuhkan oleh manusia.

(2) Yang seperti obat (Dawaa`), yaitu  teman yang dibutuhkannya dalam waktu-waktu tertentu saja, membantunya dalam urusan dunia, namun tidak dalam urusan agama. Dan,

(3) Yang seperti penyakit (Daa`). Teman seperti ini tidak bermanfaat sama sekali, tidak membantunya dalam urusan agama, tidak juga dalam urusan dunia. Bahkan, teman seperti ini membahayakan dan merugikan, baik dengan perilakunya dan perkataannya, menghalanginya untuk berbuat kebaikan dan mengajaknya untuk berbuat keburukan.

Keempat: Daya tarik dunia

Dunia dapat membahayakan nasib manusia di akhirat. Seperti yang disifatkan oleh Allah, dunia adalah kenikmatan yang menipu. Jika dibandingkan dengan akhirat, kenikmatan dunia hanya sedikit, temporer dan sangat kecil. Di sisi Allah, dunia itu tidak sebanding bahkan dengan sayap seekor nyamuk. Manusia dituntut untuk berhati-hati, agar kehidupan dunia berikut pernak-perniknya yang menyilaukan, tidak membuat ia terlena dan melupakan tujuan hakiki dari hidupnya, yaitu menggapai kebahagiaan akhirat, kenikmatan yang jauh lebih banyak, lebih baik, lebih besar dan lebih kekal.

Kelima: Aneka kenikmatan yang Allah karuniakan

Terakhir, segala nikmat dan kesenangan yang dikaruniakan oleh Allah kepada manusia, juga mengandung front ujian di dalamnya. Kenikmatan itu tak hanya boleh manusia nikmati, namun juga harus di syukuri dengan cara senantiasa menyadari bahwa seluruh nikmat yang dirasakannya itu dari Allah, sering memuji Allah dengan lisannya dan mendayagunakannya untuk mentaati Allah.

Itulah lima front ujian yang akan manusia hadapi di dunia ini. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kepada kita taufiq, kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi setiap front itu dengan mudah. Amin.

Wallahu a’lam.

[1] Penjelasan Syaikh dapat didengarkan dalam ceramah beliau pada link berikut:

http://dedewnet.com/index.php/component/elmedia/?view=media&id=1010

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: