Cara Diangkatnya Ilmu

makhtouta2Pada akhir zaman, dekat dengan hari kiamat, ilmu akan diangkat. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh diantara tanda hari kiamat adalah, ilmu diangkat, kebodohan nampak, zina merebak, khamr diminum….” (HR Bukhari Muslim)

Jika ilmu diangkat, maka tentu yang akan terjadi adalah kebodohan dimana-mana. Hampir di semua tempat, kebodohan terjadi. Walaupun akan tetap ada sekelompok manusia yang berilmu dan berpegang teguh kepada agamanya, namun kebanyakan mereka tenggelam dalam kebodohan. Bagaimana cara ilmu diangkat?

Pertama, ilmu yang akan diangkat adalah khasyyatullah, rasa takut kepada Allah.  Ini adalah ilmu yang ada dalam hati, ia adalah pokok ilmu. Allah berfirman (yang artinya), “Bahwasannya orang yang takut kepada Allah adalah orang-orang yang berilmu.” Ayat ini menunjukkan, tidak disebut orang yang berilmu, orang yang tidak takut kepada Allah.

Ilmu diangkat dari hati kebanyakan manusia dan hanya ada di lisan-lisan mereka belaka. Banyak dari para ulama, penuntut ilmu dan da’i yang hapal al Qur`an, hapal banyak hadis dan fasih berbicara, namun hatinya tidak merasa takut kepada Allah, kecuali sedikit saja.

Kedua, ilmu diangkat dengan wafatnya para ulama, sehingga kian punah orang-orang yang menghapal ilmu ini, semakin sedikit orang-orang yang benar-benar mendalami agama Allah, dan kebanyakan manusia mencurahkan potensi dan kemampuannya untuk urusan-urusan dunia saja.

Kegiatan tholabul ilmu menjadi asing dan dianggap aneh, sehingga ulama, orang-orang yang berilmu dan faham agama serta orang-orang yang mengajarkan kepada manusia agama yang benar semakin sedikit jumlahnya.

Saat para ulama yang benar-benar faham agama semakin sedikit, maka manusia menganggap orang-orang bodoh sebagai panutan. Ini yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam isyaratkan melalui sabdanya, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu ini secara langsung dari hati-hati manusia, akan tetapi Allah akan mencabut ilmu ini dengan kematian para ulama. Jika tidak tersisa lagi seorang yang berilmu, maka manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai panutan, mereka ditanya, lalu berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.” (HR Bukhari Muslim)

Ketiga, sumber ilmu yaitu al Qur`an akan diangkat pada akhir zaman, diangkat dari mushaf-mushaf dan dada-dada manusia. Hal ini sebagaimana keterangan sahabat Nabi, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, “Sungguh al Qur`an akan diangkat pada suatu malam, maka tidak tersisa lagi satu ayat pun dalam al Qur`an, juga dalam hati seseorang, melainkan akan diangkat.” (Ad Darimy dengan sanad yang shahih)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Sesungguhnya akan diangkat al Qur`an di akhir zaman dari mushaf dan dada, sehingga tidak tersisa lagi satu kata pun darinya dalam dada dan tidak tersisa satu huruf pun dalam mushaf.” (Majmu al Fatawa: 3/198)
Wallahu a’lam.

Tulisan diatas diinspirasi oleh Tulisan Syaikh Shaleh bin Fauzan al Fauzan dalam ‘Muhadhorot fil ‘Aqiidah wad Da’wah’: 2/248.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: