Delapan Kerusakan Bid’ah Dalam Agama

bid'ahIbadah yang tidak sesuai dengan contoh dan ajaran Allah dan Rasul-Nya disebut sebagai bid’ah. Dalam beribadah, bid’ah adalah perkara yang harus benar-benar kita waspadai. Karena dengannya ibadah kita menjadi sia-sia, tidak diterima oleh Allah dan bisa berakibat siksa.

Perbuatan bid’ah mengandung banyak kerusakan. Syaikh Muhammad bin Shaleh al Utsaimin rahimahullah mengatakan ada sejumlah kerusakan yang terdapat dalam perbuatan bid’ah, diantaranya:

Pertama: Bid’ah adalah kesesatan

Hal ini sebagaimana pernyataan Al Qur`an dan Sunnah. Allah berfirman,

فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ

 “Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan.” (QS. Yunus [10]: 32)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR Muslim)

Seorang mukmin tentu tidak akan memilih jalan orang-orang yang tersesat, yaitu jalan orang-orang yang senantiasa kita berlindung kepada Allah dari jalan mereka dalam setiap shalat kita.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ 

“Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang Enkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat.” (QS. Al Fatihah [1]: 6-7)

Kedua: Bid’ah berarti keluar dari sikap ittiba’ (mengikuti) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Allah ta’ala berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran [3]: 31)

Orang yang beribadah kepada Allah dengan suatu bid’ah berarti ia keluar dari sikap ittiba’ kepada Nabi, karena Nabi tidak pernah mensyariatkan perbuatan yang ia anggap sebagai ibadah tersebut.

Ketiga: Bid’ah tidak sejalan dengan esensi Syahadat Muhammad Rasulullah

Orang yang telah bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, seharusnya ia hanya beribadah dengan cara dan ajaran yang dibawa oleh utusan Allah tersebut dan memiliki komitmen yang jelas terhadap syariatnya, tidak melampauinya dan tidak pula menguranginya. Orang yang melakukan hal demikian, berarti ia tidak benar-benar merealisasikan nilai yang terkandung dalam Syahadat tersebut.

Keempat: Bid’ah mengadung celaan terhadap Islam

Orang yang melakukan bid’ah, secara tidak langsung telah menganggap bahwa Islam adalah agama yang belum sempurna, sehingga ia seolah-olah menyempurnakan Islam dengan perbuatan yang diada-adakannya itu. Padahal Allah berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah [5]: 3)

Celaan ini tentu bukan dengan lisan, tapi dengan perbuatan. Rasulullah tidak pernah beribadah dengan cara seperti itu, begitu pun juga dengan para sahabatnya. Apakah Rasulullah tidak mengetahuinya?

Kelima: Bid’ah mengandung celaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Bid’ah mengandung celaan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam karena bid’ah yang dianggap sebagai perbuatan ibadah itu, berarti tidak diketahui oleh Rasul atau sengaja disembunyikan oleh Rasul? Dengan begitu orang yang mengerjakan perbuatan bid’ah seakan-akan ia menganggap Rasulullah bodoh atau mengkhianati risalah Allah.

Keenam: Bid’ah memecah belah Umat Islam

Jika umat Islam dibiarkan memperbuat bid’ah dan membuat kreasi masing-masing dalam cara beribadahnya, maka masing-masing orang atau kelompok akan membuat cara sendiri-sendiri dalam beribadah. Dan inilah yang terjadi pada umat Islam saat ini. Setiap kelompok merasa bangga dengan bid’ah-bid’ah yang diampunya dan setiap kelompok menyesatkan kelompok yang lain. Seperti yang Allah gambarkan,

كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

“Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Al Rum [30]: 32)

Ketujuh: Bid’ah akan memadamkan Sunnah

Jika bid’ah merajarela, maka sunnah perlahan akan hilang. Karena, manusia akan senantiasa berbuat; berbuat baik atau berbuat buruk. Oleh karena itu sebagian salaf berkata, “Tidaklah suatu kaum berbuat bid’ah, melainkan akan ada sunnah yang sepertinya yang mereka telantarkan.”

Kedelapan: Bid’ah sama dengan tidak berhukum dengan Al Qur`an dan Sunnah

Orang yang berbuat bid’ah berarti tidak menjadikan Al Qur`an dan Sunnah sebagai sumber hukumnya, ia menjadikan hawa nafsu sebagai sumber hukumnya. Dan Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya).” (QS. An Nisaa` [4]: 59)

Sebagian orang berbuat bid’ah dengan niat yang baik. Namun baik dalam niat tidak berarti baik pula dalam perbuatan. Niat baik harus disertai dengan perbuatan yang baik pula.

[Disarikan dari “Syarh Riyadh al Shalihin”, Syaikh Muhammad bin Shaleh al Utsaimin, cet. Maktabah al Shafa: 1/472 – 474]

Subang, Malam Ahad 12 Jumadil Akhir 1345 H

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

2 Komentar

  1. orang bodo

     /  Desember 21, 2014

    Subhanalloh, artikelnya lumayan bagus, cuman utk masalah bab bidah ini hrs lebih teliti, jangan mevonis dg kata KULLU, jd semua yang bidah sesat. Ingat semua kegiatan dlm kehidupan kita bernilai ibadah, 90persen dr yang kita lakukan tidak pernah di lakukan di jaman rosul, kalo anda mau tdk mau kejebak bidah besok kalo kerja naiknya onta pake kopiah, jangan naik motor pake helm, karena rosul tdk pernah merintah kita atau ngasih contoh naik motor pake helm. INGAT belajarlah nahwunya lebih dalam supaya tdk salah menempatkan kata Bidah, semoga bermanfaat dan memberikan kesadaran

    Balas
  1. DELAPAN KERUSAKAN BID’AH DALAM AGAMA | m3n4n's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: