Dasar Pijakan Syariat; Mendatangkan Maslahat, Mencegah Mafsadat

indexBerikut ini adalah uraian Imam Asy Syaukani rahimahullah dalam kitabnya ‘Adabu Ath Thalab wa Muntahaa Al Arb” tentang kaidah diatas:

Syariat yang suci dan mudah ini dibangun diatas pijakan jalbul mashaalih wa daf’ul mafaasid (mendatangkan kemaslahatan dan mencegah keburukan). Siapa saja yang mengamati peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan para Nabi dan sejarah yang dihiyakatkan dalam kitab-kitab Allah yang diturunkan-Nya, ia akan meyakini dasar pijakan itu tanpa ada keraguan dan kesamaran. Peristiwa-peristiwa yang menunjukkan demikian pun terjadi dalam sirah Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada seorang pun yang memiliki ilmu tentang syariat ini yang dapat mengingkarinya.

Peristiwa pertama, ketika telah jelas bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hakikat sebagian orang-orang munafik dan keharusannya untuk dibunuh secara hukum syariat, beliau tidak melakukannya dan beralasan,

لا يتحدث الناس بأن محمدا يقتل أصحابه

“Agar orang-orang tidak mengatakan bahwa Muhammad membunuh para sahabatnya.” (HR Bukhari)

Beliau tidak membunuhnya dalam rangka mendatangkan kemaslahatan yang lebih besar bagi Islam dan ahli Islam, juga dalam rangka mencegah datangnya keburukan yang lebih besar yang dapat timbul dari keburukan yang ditimbulkan dari tidak membunuhnya.

Hal itu karena jika orang-orang berbicara dengan pembicaraan seperti itu (Muhammad telah membunuh sahabatnya) dan berita tersebut menyebar, sementara sebabnya tidak mereka ketahui, maka yang demikian akan menjadi perkara yang dapat menjauhkan orang-orang musyrik dari masuk kepada agama ini. Karena pendengaran mereka telah dijejali dengan pembicaraan seperti ini, sehingga mereka menyangka bahwa selamat dari pembunuhan dengan masuk Islam itu tidak benar. Maka mereka lari dari agama ini dan menjauh sejauh-jauhnya.

Peristiwa kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah lebih cenderung mendahulukan pembagian harta rampasan perang Hunain kepada orang-orang yang belum kuat keislamannya seperti Abu Sufyan, Aqra’ bi Habis dan ‘Uyainah bin Hishn. Bahkan salah seorang diantara mereka ada yang diberikan seratus ekor unta atau sekitar itu. Sementara orang-orang Muhajirin dan Anshar yang berperang dan lebih berhak dengan harta rampasan perang itu menyaksikan sikap tersebut. Hingga terjadi lah pada hati mereka kesempitan. Diantara mereka sampai ada yang berkata, “Semoga Allah merahmati Rasulullah! Beliau memberi mereka, sementara pedang-pedang kita yang meneteskan darah.” Namun ketika mereka mengetahui alasan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam yang tengah menginginkan datangnya kemaslahatan untuk Islam dan kaum muslimin, dengan cara menarik hati mereka dan mendahulukan mereka dalam urusan ghanimah, mereka pun menerima dengan sepenuhnya dan hati mereka bersih.

Peristiwa ketiga, dalam perang Ahzab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berniat untuk memilih opsi damai dengan pasukan Ahzab dengan cara memberikan sepertiga dari hasil panen buah kota Madinah karena menganggap bahwa hal itu akan mendatangkan maslahat dan mencegah mafsadat. Akan tetapi kemudian nampak bagi beliau bahwa tidak memilih opsi itu lebih maslahat dan mencegah keburukan, dan beliau pun memilihnya.

Peristiwa keempat, beliau pernah melarang untuk melakukan penyerbukan silang pohon kurma. Namun ketika tampak bagi beliau bahwa hal itu justru lebih maslahat, maka beliau pun mengizinkannya.

Peristiwa kelima, beliau juga membolehkan untuk menjual ruthab (kurma basah) dengan tamr (kurma kering) padahal ada kerusakan dalam hal itu karena dapat terjadi riba, (juga untuk maslahat –pent).

Dan betapa banyak contoh-contoh lain dari urusan ini.

Dinukil dari Kitab, “Qaala Asy Syaukaani”, hal. 81-82

Abu Khalid Resa Gunarsa – Subang, Sabtu 24 September 2013

 

 

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: