Dalam Beribadah, Mintalah Bantuan Kepada Allah

sujudDalam beribadah kepada Allah, kita juga harus senantiasa meminta bantuan kepada-Nya. Karena tanpa bantuan dan kekuatan dari-Nya, niscaya amal-amal ibadah itu tidak akan mampu kita kerjakan. Inilah rahasia dari firman Allah,

“Hanya kepada-Mu kami menyembah (beribadah) dan hanya kepada-Mu kami memohon bantuan.”
(QS. Al Fatihah [1]: 5)

Manusia adalah makhluk yang lemah. Tanpa kekuatan dari sang Penciptanya, manusia tak berdaya mengerjakan apa pun di dunia ini termasuk melaksanakan tugasnya sebagai hamba Allah. Tidak sekejap mata pun, manusia dapat hidup tanpa bantuan dan pertolongan dari-Nya.

“Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah.”
(QS. An Nisaa` [3]: 27)

Apalagi, kehidupan manusia di dunia tempat beramal dan beribadah ini penuh dengan tantangan dan rintangan. Maka selain perjuangan dan kerja keras, manusia juga membutuhkan pertolongan dari Pemilik segala urusannya untuk dapat melewati tantangan dan rintangan tersebut, yaitu Allah rabbul ‘aalamin.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.”
(QS. Al Balad [90]: 4)

Maksudnya, bersusah payah melawan setan, hawa nafsu, musibah-musibah dunia, dalam mencari rizki dan dalam seluruh urusan-urusannya di dunia ini. (al Khuthab al Minbariyyah, hal. 475, Syaikh Abdulaziz As Sadlaan)

Semua ini menunjukkan bahwa senantiasa bertawakal dan memohon pertolongan dari Allah, Pemilik kehidupan ini adalah keniscayaan yang tidak mungkin dilupakan, jika kita ingin sukses menjadi hamba-Nya yang shaleh.

Diantara wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabatnya Mu’adz bin Jabal dan tentu saja berlaku untuk seluruh umatnya adalah,

“Janganlah engkau meninggalkan doa yang engkau ucapkan di akhir shalat, “Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika..” (Ya Allah, bantulah aku dalam dzikir kepada-Mu, dalam bersyukur kepada-Mu dan dalam kebaikan beribadah kepada-Mu)
(HR Abu Dawud)

Rajin-rajinlah mengucapkan dzikir yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam nyatakan sebagai harta simpanan surga, yaitu: Laa haula wa laa quwwata illa billah..

Ibnu Mas’ud menjelaskan makna kalimat ini, “Tidak ada daya untuk menjauhi kemaksiatan kepada Allah kecuali dengan penjagaan-Nya, dan tidak ada kekuatan dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah kecuali dengan bantuan-Nya.”

Imam An Nawawi rahimahullah berkata, “Ia adalah kalimat penyerahan diri dan penyerahan segala urusan, dan bahwa seorang hamba tidak menguasai sedikitpun dari urusannya, ia tidak memiliki kemampuan untuk mencegah keburukan dan kekuatan dalam mendatangkan kebaikan kecuali dengan kehendak Allah.”

Wallahu waliyyut taufiiq, wal qaadiru ‘alaihi, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Tinggalkan komentar

1 Komentar

  1. Sholatlah sebelum kau di sholatkan ?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: