Tidak Rela Dikaruniai Anak Perempuan

pohonSebagian orang merasa sempit hati dan tidak ridho karena kelahiran anak perempuan, apalagi jika anak-anak perempuan itu lahir berturut-turut dan belum dikaruniai anak laki-laki. Hal ini bertentangan dengan syariat dari beberapa sisi:

1. Hal ini merupakan bentuk menentang takdir yang telah Allah tetapkan. Allah yang mengaruniakan anak laki-laki atau wanita bagi siapa saja yang Allah kehendaki. Maka, jika seseorang merasa jengkel atau tidak suka dengan kelahiran anak perempuan, berarti ia jengkel dan tidak suka dengan ketetapan Allah.

يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ

“Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Asy Syuura [42]: 49)

2. Hal ini merupakan kebiasaan orang-orang jahiliyyah yang dibenci oleh syariat. Allah menyebutkan dalam Al Qur`an tentang kebiasaan mereka tersebut,

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (58) يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

“dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan Dia sangat marah. ia Menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah Dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. ketahuilah, Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An Nahl [16]: 58-59)

3. Syariat Islam telah menetapkan pahala yang amat besar bagi orang yang dikaruniai anak wanita, kemudian ia mengurus dan mendidiknya dengan baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ . وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barangsiapa yang mengurus dan mendidik dua anak perempuan sampai keduanya baligh, ia akan dapat pada hari kiamat bersama saya seperti ini.” seraya beliau menggabungkan kedua jarinya. (HR Muslim)

4. Jika kelahiran anak perempuan membuat seseorang marah dan membenci istrinya, maka hal itu berarti ia telah berbuat zalim kepadanya. Karena yang menentukan anak yang lahir itu laki-laki atau perempuan bukan istrinya melainkan Allah azza wa jalla. Dan syariat telah melarang perbuatan zalim dalam banyak ayat Al Qur`an dan hadis. Diantaranya,

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

 “dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, Maka Sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al Ahzab [33]: 58)

Selain itu, para ahli medis menetapkan bahwa anak yang lahir itu sangat ditentukan oleh sperma laki-laki. Jadi yang menyebabkan anak tersebut lahir dengan jenis kelamin perempuan adalah dirinya sendiri, bukan istrinya.

5. Sesungguhnya ia tidak mengetahui akhir segala sesuatu. Anak perempuan bisa jadi lebih baik dan besar manfaatnya baginya dari para anak laki-laki. Betapa banyak para orang tua yang dicelakakan oleh anak-anak laki-lakinya. Betapa banyak orang tua yang tercoreng namanya gara-gara anak laki-lakinya.

Oleh karena semua ini, maka wajib atas seorang ayah meninggalkan kebiasaan jahiliyah ini, dan sensantiasa ridho dengan ketetapan Allah atasnya.

[Disarikan dari ceramah Syaikhunaa Sa’ad bin Nashir al Syatsry hafidzahullah berjudul “Ahkamul Mauluud”]

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: