Hakikat Syukur

Hakikat Syukur“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi? tidak ada Tuhan selain Dia; Maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?” (QS. Fathir [35]: 3)

Allah lah yang telah mengaruniakan kepada kita seluruh kenikmatan yang kita rasakan di dunia ini. Allah memberikan kepada kita rizki, dengannya kita dapat makan dan minum. Allah mengaruniakan kepada kita pakaian, dengannya kita dapat menutup aurat dan berhias. Allah menganugerahkan kepada kita tempat tinggal, di dalamnya kita dapat beristirahat dengan nyaman. Allah memberikan kepada kita kendaraan, dengannya kita dapat bepergian. Allah juga mengaruniakan kepada kita jasad yang sehat, dengannya kita dapat beraktifitas. Allah juga menempatkan kita di negeri yang aman, damai dan sentosa.

Semuanya itu adalah kenikmatan yang Allah karuniakan untuk kita. Tidak ada satu pun, dan sekecil apapun nikmat melainkan itu datang dari Allah. Dan yang lebih berharga dari itu semua, Allah pula yang mengaruniakan kepada kita nikmat iman dan islam, nikmat hidayah dan akidah.

Oleh karena itu, hendaknya kita bersyukur kepada-Nya dan jangan kufur. Hendaknya kita senantiasa ingat dan jangan lupa. Hendaknya kita selalu taat dan jangan bermaksiat kepada-Nya.

Rukun Syukur

Bersyukur dilakukan dengan menegakkan tiga rukun syukur. Kita tidak dikatakan bersyukur sehingga syukur itu kita wujudkan dengan tiga rukun tersebut:

Pertama: Bersyukur dengan Hati

Bersyukur dengan hati dilakukan dengan cara senantiasa menyadari, mengingat dan menghadirkan dalam hati bahwa setiap nikmat yang kita rasakan tersebut dari Allah, dan bukan dari siapa pun. Allah lah, dengan kasih sayang-Nya, keutamaan dan kebaikan-Nya yang telah memberikannya kepada kita. Ingatlah, kapan pun saat hati kita merasakan hal itu, berarti hati kita sedang bersyukur kepada Allah.

Kedua: Bersyukur dengan Lisan

Bersyukur dengan lisan dilakukan dengan cara bertahadduts (menyebut-nyebut) nikmat tersebut, memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), dan menisbatkan nikmat itu kepada Allah. Bukan malah merasa sombong dan berbangga diri dengan kenikmatan itu seolah semua itu hanyalah hasil jerih payah kita. Dalam Al Qur`an, Allah menyebutkan tentang sosok sombong itu. Ia adalah si Qarun.

“Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, Maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan kami Telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya Berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”. Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al Qashash [28]: 76-77)

Ketika dinasehati oleh kaumnya, dengan sombong dan jumawa ia malah berkata:

“Karun berkata: “Sesungguhnya Aku Hanya diberi harta itu, Karena ilmu yang ada padaku” (QS. Al Qashash [28]: 78)

Ketiga: Bersyukur dengan Anggota Badan

Bersyukur dengan anggota badan adalah syukur yang paling penting. Ia dilakukan dengan cara menggunakan semua nikmat tersebut dalam rangka membantu kita di dalam mentaati Allah. Kita pakai semua nikmat itu di jalan yang diridhoi oleh pemiliknya. Bukan justru sebaliknya. Kita malah menggunakan nikmat-nikmat itu untuk menentang Allah dengan bermaksiat. Dengan demikian kita termasuk orang-orang yang kufur terhadap nikmat Allah, wal’iyaadzu billah.

Jika kita bersyukur dengan nikmat-nikmat itu, Allah menjanjikan kepada kita tambahan nikmat. Akan tetapi jika kita tidak bersyukur, alis kufur nikmat, maka Allah mengancam kita dengan siksa-Nya yang sangat pedih.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Wallahu a’lam

Subang, 30 Shafar 1434 H/12 Januari 2013 M

Abu Khalid Resa Gunarsa

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: