Hukum Membeli Barang-Barang Mewah

sederhanaSebuah pertanyaan disampaikan kepada Syaikh Abdulaziz bin Baz rahimahullahu ta’ala: Apakah hukum menjual mobil dan perabot rumah yang mahal?

Jawaban: Dalam hal ini ada keluasan, jika pembeli mampu dan bukan bermaksud untuk berlebih-lebihan serta berbangga diri, akan tetapi menginginkan keindahan, dalam rangka berhias dan ia mampu untuk itu. Karena ia memiliki harta dan kemampuan. Kami tidak mengetahui adanya larangan tentang hal itu. Jika ia membeli mobil yang mewah atau tempat tidur yang bagus, kami tidak mengetahui adanya larangan dalam hal itu. Akan tetapi sikap tawadhu baik. Jika ia tawadhu untuk Allah, memakai barang-barang yang pertengahan saja, maka itu tentu lebih utama. Maksud saya agar ia dapat menyalurkan kelebihan (hartanya) itu untuk sedekah, membantu fakir miskin dan ikut berkonstribusi dalam kegiatan-kegiatan kebaikan.

Intinya, pertengahan dalam segala perkara lebih utama. Akan tetapi jika seseorang membeli barang yang bagus dan mahal seperti mobil dan tempat tidur, karena ia mampu dan menginginkan keindahan, bukan untuk berbangga diri, maka tidak apa-apa insya Allah.

[Fatawa Nuur ‘Alaa Ad-Darb, 19/58]

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: