Zakat Piutang

Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin–rahimahullah– ditanya tentang piutang yang ada dalam tanggungan orang lain, apakah wajib dizakati?

Beliau menjawab:

– Jika piutang itu ada para orang yang mampu/memiliki keluasan untuk membayar, maka wajib dizakati setiap tahun (haul). Dan pemiliknya boleh memilih antara:

1. Mengeluarkan zakat beserta zakat hartanya, atau,

2. Mengakhirkan zakatnya hingga ia menerima piutang itu, kemudian ia berzakat untuk yang telah lalu.

– Adapun jika piutang itu ada pada orang yang sulit membayar, maka menurut pendapat yang kuat tidak ada kewajiban zakat baginya. Akan tetapi jika ia telah menerimanya, ia mengeluarkan zakat cukup untuk satu tahun saja.

[Majmuu’ Fatawa: vol. 18, hal. 25]

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: