Menjamak Shalat Karena Hujan

Oleh: Fadhilatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz –rahimahullah-

Segala puji bagi Allah, Shalawat dan Salam atas Rasul. Pertanyaan: Ketika turun hujan, khususnya pada sore hari, dikumandangan adzan maghrib. Setelah pelaksanaan shalat, kemudian dikumandangkan iqamat untuk shalat Isya untuk menjamak. Hal itu dilakukan agar tidak menyulitkan jamaah shalat karena hujan. Apakah itu boleh, mengingat jaman sekarang sudah berbeda dari jaman dulu. Saat ini segala sesuatunya sudah tersedia seperti transportasi dan yang lain?

Syaikh: Ini adalah rukhshah (keringanan) dari Allah. Maka ketika turun hujan, tidak apa-apa menjamak. Itu adalah rukhshah, sunnah dijamak. Sebagai bentuk kasih sayang kepada manusia, kemudahan dan tidak membuat mereka tersakiti dengan keluar rumah. Jika mereka tidak menjamak, boleh bagi seseorang shalat di rumah. Telah valid dari Nabi bahwa beliau memerintahkan untuk shalat di rumah-rumah ketika turun hujan. Beliau bersabda:

«صلوا في رحالكم»

“Shalatlah di rumah-rumah kalian.” (HR Bukhari: 632, Muslim: 697)

Intinya, jika turun hujan, hingga pasar-pasar menjadi becek, licin dan berlumpur, maka sunnah menjamak shalat dzuhur dan asar, atau maghrib dan isya. Adapun orang yang tidak menjamak dan memberatkan baginya keluar rumah, maka ia boleh shalat di rumahnya, dan mendapat uzur untuk meninggalkan shalat jamaah.

Sumber: http://www.sahab.net/home/?p=213

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: