Shalat Awwabin, Adakah?

Fatwa Lajnah ad-Daimah lil Buhuts wal Ifta (Komisi Tetap untuk Penelitian dan Fatwa) no. 14497[1]

Pertanyaan:

Apakah ada shalat yang disebut dengan shalat awwabin? Ia adalah shalat dua rakaat setelah shalat sunnah maghrib, dibaca pada rakaat pertama al-Fatihah dan surat az-Zalzalah limabelas kali dan begitu pun pada rakaat yang kedua. Orang yang melakukan shalat tersebut maka ia bersama awwabin[2]. Semoga Allah memanjangkan umur kalian?

Jawaban:

Shalat awwabin adalah shalat Dhuha yang dikakukan ketika panas matahari sangat terik. Telah valid bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صلاة الأوابين حين ترمض الفصال

“Shalat awwabin ketika anak-anak unta terbakar”[3]

Al-Ramdhaa adalah kerikil yang menjadi panas oleh panas matahari hingga anak-anak unta tidak dapat menahan panasnya. Adapun Shalat dua rakaat setelah shalat sunnah maghrib dengan membaca al-Fatihah dan surat az-Zalzalah limabelas kali, maka kami tidak mengetahui adanya dalil berkenaan dengan hal itu.

Wabilllahi at-taufiq, wa Shallallahu ‘alaa nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallim.

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil: Abdurrazak Afifi

Anggota: Abdullah bin Ghudayan

Fatwa no. 18125

Pertanyaan:

Kami mendengar bahwasannya ada shalat dua rakaat yang disebut dengan shalat awwabin, selain shalat sunnah (ba’da) maghrib. Apakah ia termasuk sunnah dan bagaimanakan kaifiyatnya?

Jawaban:

Shalat sunnah rawatib setelah shalat maghrib adalah dua rakaat. Dan boleh saja melakukan shalat setelahnya sesuai yang dikehendaki. Adapun shalat dua rakaat dengan shalat awwabin, maka tidak sah untuk itu. Shalat awwabin adalah shalat Dhuha ketika anak-anak unta kepanasan, maknanya adalah ketika matahari sangat terik, sesuai sabda Nabi,

صلاة الأوابين حين ترمض الفصال

“Shalat awwabin ketika anak-anak unta terbakar”

Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahihnya, dan makna al-Fishal adalah anak-anak unta.

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Anggota: Abdullah bin Ghudayan

Anggota: Shalih al-Fauzan

Anggota: Abdul aziz Ali Syaikh

Anggota: Bakr Abu Zaid


[1] Vol. 6, hal. 154-155

[2] Awwabin adalah jamak dari “awwab”, dan “awwab” artinya adalah orang yang banyak kembali kepada Allah dengan taubat. Dikatakan, maknanya orang yang taat, Dikatakan, orang yang bertasbih (An-Nihayah). Shalat ini disebut shalat Awwabin karena mereka (orang-orang yang melakukannya) kembali dan menuju  ibadah dan ketaaan kepada Allah, saat orang lain sibuk dengan perdagangan, harta dan pertanian mereka. Sebagian manusia lebih cenderung ingin beristirahat. Adapun para awwabin, mereka jutru datang dengan dzikir kepada Allah dan memutus hubungan dengan segala yang dicari kecuali Allah. (Taudhih al-Ahkam, vol. 2, hal. 445)

[3] HR Muslim, no. 748

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: