Perpisahan…

Bismillah…

Berpisah dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari hidup kita, walaupun hanya sesaat, cukup menyedihkan. Ada rasa tak enak hati meninggalkan dan ditinggalkan suasana yang pernah dijalani walaupun hanya beberapa waktu. Perpisahan memang bak sembilu yang mengiris-iris hati, perih.

Pernah bersama membuat kita mengenang saat-saat bersama. Kebersamaan biasanya membuat hati menjadi saling terpaut. Di saat perpisahan sering baru kita sadari bahwa saat pertemuan dan kebersamaan itu begitu cepat berlalu. Seperti mimpi. Yang hanya datang sekejap dalam lelap tidur dan segera sirna saat kita terjaga.

Sejatinya, perpisahan mengingatkan kita bahwa waktu ternyata berjalan sangat cepat. Secepat kilat. Bekal umur yang Allah karuniakan kepada kita di dunia terlalu berharga untuk kita habiskan tanpa nilai. Tentu bukan semata nilai materi. Tapi nilai kesuksesan yang Allah janjikan hanya untuk orang-orang yang mau mengabdi kepada-Nya.

Lebih jauh kita jadikan perpisahan sebagai bahan tadabur, bahwa kelak perpisahan yang sangat menentukan hidup kita juga akan terjadi. Kelak, cepat atau lambat, kita akan berpisah dengan dunia yang kita tempati saat ini. Sangat menyedihkan, menyengsarakan dan menistakan diri, jika perpisahan itu tidak menjanjikan kita kebahagian apa-apa, berpisah dengan dunia dan menjelang hidup kekal tanpa bekal yang bisa kita banggakan di hadapan sang penguasa alam semesta.

Kelak, banyak orang menyesal karena tidak banyak beramal shaleh. Allah berfirman, “Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (Al-Mukminun: 99-100)

Mudah-mudahan segala yang telah kita lalui di dunia ini dapat mengajarkan kita tentang makna hidup yang sesungguhnya. Hidup yang sesungguhnya hanya menunggu, menunggu saat pertemuan dengan-Nya… Allahumma amitnaa ‘alal Islam..

Abu Khaleed –sedikit catatan usai menjalani tugas sebagai tenaga musiman haji, 2007-2008.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: