Jadilah Jalan Kebaikan…

Oleh: Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdulmuhsin al-Bard Hafidzohullahu ta’ala

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi jalan kebaikan, dan menjadi penutup jalan keburukan. Diantara manusia juga ada yang menjadi jalan keburukan, dan menjadi penutup kebaikan. Maka, berbahagialah orang yang Allah jadikan jalan-jalan kebaikan melalui tangannya. Dan celakalah bagi orang yang Allah jadikan jalan-jalan keburukan melalui tangannya.” (HR Ibnu Majah, dihasankan Al-Bani)

Siapa saja yang ingin dirinya menjadi jalan bagi kebaikan, penutup bagi keburukan dan menjadi orang yang beruntung, maka hendaknya ia melakukan beberapa hal berikut;

Pertama, ikhlas kepada Allah dalam setiap perkataan dan perbuatan. Karena ia adalah pokok seluruh kebaikan dan sumber segala keutamaan.

Kedua, berdo’a dengan sungguh-sungguh serta memohon kepada Allah taufiq. Karena do’a adalah kunci segala kebaikan, dan Allah tidak akan menolak seorang hamba yang berdo’a kepadanya, juga tidak akan merugikan seorang mukmin yang memanggilnya.

Ketiga, bersemangat dalam mencari ilmu dan mendapatkannya. Karena ilmu adalah pendorong kepada perbuatan utama dan mulia, pencegah dari perbuatan keji dan dosa-dosa besar.

Keempat, memperhatikan amal-amal ibadah terutama ibadah-ibadah fardu. Khususnya shalat, karena ia mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Kelima, berhias diri dengan akhlak yang mulia dan luhur, serta menjauhi akhlak yang rendah dan tidak terpuji.

Keenam, menyertai orang-orang baik dan bermajlis dengan orang-orang shaleh. Kerena majlis-majlis mereka di hadiri oleh para malaikat dan diliputi rahmat. kemudian berhati-hatilah agar tidak bermajlis dengan orang-orang buruk dan jelek. Kerena majlis-majlis mereka adalah tempat berkumpulnya setan.

Ketujuh, menasehati hamba-hamba Allah saat bercengkrama dan bergaul dengan mereka, dengan cara menyibukkan mereka dengan kebaikan dan memalingkan mereka dari keburukan.

Kedelapan, mengingat saat kembali (akhirat), saat bertemu dengan Allah, saat Allah membalas orang-orang yang berbuat baik dengan kebaikan dan membalas orang-orang yang berbuat buruk dengan keburukan. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al-Zalzalah: 7-8)

Sandaran semua itu adalah keinginan kuat (raghbah) seorang hamba dalam meraih kebaikan, mencapai manfaat dan memberi manfaat kepada hamba-hamba Allah yang lain. Maka, ketika keinginan terpancang, niat teguh, tekad semakin kuat, serta selalu memohon pertolongan kepada Allah, maka seseorang –dengan izin Allah- akan menjadi jalan bagi kebaikan dan penutup bagi keburukan.

Allah-lah yang menguasai hamba-hambanya dengan taufiq-Nya, membukakan bagi siapa saja yang dikehendakinya kebenaran, Dia-lah sebaik-baik pembuka.

*diterjemahkan oleh Abu Khaleed dari,
http://www.al-badr.net/web/index.php?page=article&action=article&article=7

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

1 Komentar

  1. Ummu Aisyah

     /  Maret 16, 2012

    jazakallahu khairan Ustadz,ana ijin save dan share,barakallahu fiik…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: