Gerak dalam shalat

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan:

Saya mempunyai problem yaitu banyak gerak ketika shalat. Dan saya pernah mendengar bahwa ada hadits yang maknanya, gerakan lebih dari tiga gerakan dapat membatalkan shalat. Bagaimana keabsahan hadits ini? Bagaimana jalan keluar dari gerakan-gerakan tak bermanfaat dalam shalat ini?

Jawaban:

Sunnahnya, seorang mukmin melaksanakan shalat dan khusyuk hati dan badannya, baik itu shalat fardlu ataupun shalat sunnah. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya (Q.S. al-Mukminun : 1-2)

Seorang mukmin haru tu’maninah (tenang) saat shalat. Tumakninah merupakan salah satu rukun dan fardlu shalat terpenting, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang shalatnya jelek dan tidak tumakninah:

Kembalilah kemudian shalatlah lagi, karena kamu belum melaksanakan shalat

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengatakan hal ini sampai tiga kali. Kemudian laki-laki tadi berkata, “Wahai Rasulullah ! Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa al-haq, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik dari ini. Ajarilah aku”.

Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang ini:

Jika engkau hendak melakukan shalat, maka sempurnakanlah wudlu kemudian menghadaplah ke arah kiblat dan bertakbirlah, kemudian bacalah ayat al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu ruku’lah sampai kamu tumakninah (tenang) dalam keadaan ruku’. Setelah itu bangunlah sampai kamu tegak berdiri. Kemudian sujudlah sampai kamu merasa tenang dalam sujud. Lalu duduklah sampai kamu merasa tenang dalam duduk. Lakukanlah ini dalam seluruh shalatmu[1]

Dalam riwayat Abu Dawud, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(setelah takbir) kemudian bacalah Ummul Qur’an (al-Fatihah) dan apa yang Allah kehendaki[2]

Hadits yang shahih ini menunjukkan bahwa tumakninah merupakan rukun dan fardlu dalam shalat. Shalat tidak sah tanpa tumakninah. Orang yang mematuk dalam shalatnya (maksudnya shalat dengan gerakan cepat –pent) maka shalatnya tidak sah.

Kusyu’ (ketundukan hati) merupakan inti dan ruhnya shalat. Maka disyariatkan bagi seorang muslim untuk memperhatikan hal ini dan antusias untuk mencapainya.

Adapun membatasi jumlah gerakan yang dapat menghilangkan kekusyu’an dengan tiga gerakan, (itu) bukanlah hadits Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. (Pembatasan) itu hanya perkataan sebagian ahli ilmu dan tidak ada dalil yang (bisa) dijadika pijakan. Namun (begitu), dimakruhkan melakukan gerakan sia-sia dalam shalat dan sibuk dengannya, seperti menggerak-gerakkan hidung, jenggot, dan pakaian. Jika banyak melakukan gerakan sia-sia dan berurutan, maka bisa mengakibatkan batalnya shalat.

Sedangkan, jika menurut kebiasaan setempat, gerakan itu sedikit atau banyak, tetapi tidak dilakukan secara berurutan (terus-menerus –pent), maka shalatnya tidak batal. Meskipun tidak membatalkan, seorang muslim disyariatkan untuk menjaga kekusyu’an dan meninggalkan gerakan sia-sia baik banyak ataupun sedikit, sebagai wujud antusiasme dalam menyempurnakan ibadah shalatnya.

Diantara dalil yang menunjukkan bahwa gerakan yang sedikit dalam shalat tidak mengakibatkan batalnya shalat, juga gerakan yang tidak terus-menerus adalah hadits yang sah dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa suatu hari beliau pernah membukakan pintu untuk ‘Aisyah Radhiyallahu Anha, padahal beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam sedang melaksanakan shalat[3]. Dan diriwayatkan dari hadits Abu Qatadah Radhiyallahu Anhu bahwa suatu hari beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam shalat dengan menggendong Umamah, cucunya dari Zainab Radhiyallahu Anha. Ketika hendak sujud, beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam meletakkannya, dan ketika hendak berdiri beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menggendongnya lagi. Wallahu waliyut taufiq.

(Kitab ad-Dakwah, Syaikh bin Baz hal. 86-87)[4]

Sumber : Majalah as-Sunnah Rubrik Fatawa. Edisi 12/Th.IX/1427 H/2006 M. Hal. 47-48.

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: