salafus shaleh

Masa sahabat dan dua masa setelahnya adalah tiga generasi umat Islam yang mendapat rekomendasi dari Rasulullah sebagai generasi terbaik. Keteguhan iman, kekuatan ibadah dan kemuliaan akhlak mereka memang tidak tertandingi oleh generasi-generasi yang datang setelahnya. Pantas, jika Rasulullah memuji mereka dengan sabdanya, “Sebaik-baik manusia adalah manusia di zamanku, kemudian zaman sesudahnya dan zaman sesudahnya lagi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tiga generasi tersebut kemudian biasa disebut salafush saleh, yang artinya generasi pendahulu umat Islam yang saleh. Mereka adalah para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

Pada masa awal Islam, sepeninggal Rasulullah tercinta, saat itu umat Islam telah berada pada puncak kesempurnaan agamanya. Rasulullah meninggalkan kaum muslimin dengan agama yang telah sempurna. Risalah suci yang telah Rasulullah sampaikan berupa ajaran tauhid, akidah, ibadah dan akhlak selanjutnya termanifestasi dengan baik dalam kehidupan para sahabatnya sebagai pewaris pertama.

Tentu, hal ini karena mereka adalah orang-orang istimewa yang terdidik dalam asuhan nubuwwah. Orang-orang hebat seperti mereka lahir dari rahim sejarah kaum muslimin paling awal yang dilaluinya langsung bersama baginda Rasulullah. Mereka adalah saksi sejarah turunnya Alquran. Mereka menyaksikan langsung prilaku Rasulullah, mendengar langsung perkataannya, bertanya langsung jika muncul permasalahan yang belum jelas, dan ikut serta menjadi bagian dari episode-episode penting dalam sejarah umat Islam.

Mereka tercatat sangat berjasa bagi perkembangan dakwah Islam selanjutnya. Perluasan kekuasaan dan penyebaran Islam yang signifikan terjadi saat Islam berada dalam kendali para sahabat yang shaleh ini. Umat Islam begitu disegani. Cahaya Islam menjelajah berbagai negeri. Kegemilangan yang diraih dan kemajuan yang diperoleh mereka menempatkan kaum muslimin sebagai bangsa yang berwibawa dan paling berperadaban di mata bangsa yang lain.

Semua itu tidak lepas dari peran para sahabat. Tauhid yang murni, akidah yang benar, ibadah yang baik dan akhlak yang terpuji telah berhasil mendorong mereka berbuat untuk segala kemajuan Islam. Sifat-sifat baik generasi mereka itu telah menjadi pintu pembuka keberkahan dan rahmat Allah yang maha luas.

Sesungguhnya, spirit mereka sangat dibutuhkan oleh umat Islam modern dewasa ini. Manhaj atau prinsip mereka yang murni, yang belum terkontaminasi oleh noktah-noktah hitam penyimpangan begitu penting untuk dihadirkan ketengah-tengah pemahaman umat Islam yang kian jauh dari nilai agama yang lurus ini.

Keistimewaan yang dimiliki oleh salafus saleh sebagai generasi pertama kaum muslimin itu kemudian menjadi sangat layak diperhitungkan, dalam merumuskan kebenaran yang kita yakini sesuai dengan Alquran dan sunnah. Karena, mereka memiliki akses strategis terhadap dua sumber fundamen Islam tersebut, tidak seperti orang-orang yang kemudian datang setelah mereka.

Oleh karena itu, merefer pemahaman mereka sekaligus berpegang teguh terhadap manhajnya dalam mengamalkan agama pada masa sekarang, berarti menjaga dan melestarikan semangat keislaman yang berbasis Alquran dan sunnah dalam wujud yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena, jargon kembali kepada Alquran dan sunnah, dalam konteks ini, sama sekali bukan ajakan menelantarkan kandungan Alquran dan sunnah yang difahami secara serampangan tanpa teladan nyata dan kaidah-kaidah syar’iyyah.

Imam ahli sunnah, Ahmad bin Hambal mengatakan, “diantara prinsip-prinsip keyakinanku adalah berpegang teguh kepada segala hal yang pernah dipegangi oleh para sahabat Rasulullah…”

Tampak jelas, sikap imam Ahmad dalam meyakini kebenaran Islam beliau tunjukkan dengan ikrar setia terhadap pemahaman para sahabat. Tentu yang dimaksud bukan individu-individu sahabat yang tidak lepas dari kesalahan, tapi sahabat sebagai sebuah komunitas muslim paling baik dan generasi teristimewa yang utuh.

Dari sini, upaya menemukan kembali jati diri umat Islam yang sesungguhnya, dalam situasi perpecahan dan kondisi lemah yang tengah dialami umat Islam, sejatinya memang cita-cita yang dikehendaki seluruh umat Islam. Dalam hal ini, kembali kepada manhaj salafus shaleh dalam menjalankan ajaran agama adalah upaya mempersatukan kaum muslimin, sekaligus memulihkan kekuatan ummat.

Rasulullah pernah memberi nasehat, “Bahwa kelak siapa yang masih hidup diantara kalian akan mendapati perpecahan yang banyak. Maka, pegang teguhlah sunnahku dan sunnah khulafa rasyidin setelah ku. Gigitlah sunnah itu dengan gigi gerahammu hingga Allah mendatangkan keputusannya”

Dengan demikian, ada relasi yang sangat kuat antara ajaran Islam yang murni dan manhaj salafus shaleh. Manhaj salafus saleh begitu diperlukan. Kembali kepada ajaran Islam yang murni adalah niscaya. Dan manhaj salafus shaleh adalah satu-satunya alternatif untuk mewujudkan Islam yang bersih dan berpengaruh.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: