Etika Dagang

Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang banyak.” (QS. Alfajr [89]: 20)

Manusia diciptakan dengan kecintaan terhadap harta benda. Allah tidak mencela kecenderungan itu, selama harta yang dicintai dan dicarinya tidak membuat ia bermaksiat kepada Allah dan berprilaku buruk kepada sesama. Allah justru mengapresiasi orang-orang yang memperhatikan etika dalam mencari harta, sehingga hartanya membawa keberkahan untuk pemiliknya.

Berdagang adalah salah satu cara seseorang menjemput rizki Allah di dunia ini. Sauri tauladan kita, Nabi Muhammad, adalah seorang pedagang. Begitu juga para sahabat, banyak diantara mereka yang menjalani profesi sebagai pedagang dan mencapai kesuksesan. Seperti Utsman ibn Affan, Abdurrahman ibn Auf, Suhaib Alrumi dan yang lainnya.

Sebagai seorang muslim, ada etika yang seharusnya diterapkan saat menjalani profesi sebagai pedagang. Karena, berdagang bukan usaha untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya semata tanpa landasan etika sehingga merugikan salah satu fihak. Para ulama menekankan bahwa proses jual beli adalah proses saling memberi manfaat antara penjual dan pembeli.

Diantara etika berdagang adalah bersikap jujur. Rasulullah bersabda, “Penjual dan pembeli memiliki hak memilih selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan apa adanya, mereka akan mendapat berkah dari jual-belinya. Namun jika mereka saling menyembunyikan sesuatu dan berdusta, keberkahan akan lenyap.” (HR Bukhari dan Muslim)

Jujur dalam berdagang memang sikap istimewa. Pedagang yang jujur adalah manusia yang hatinya selalu bertaut dengan Allah sang pemberi rizki. Ditengah ingar bingar kesibukan berdagang yang tidak jarang menggelincirkan manusia kepada sifat dusta, ia mampu berlaku jujur, amanah dan tulus berusaha mencari rizki halal.

Berdagang merupakan aktifitas duniawi yang penuh dengan fitnah dan sumber dosa. Daya tarik harta yang membangkitkan kecintaan manusia terhadap harta benda, kerap dikelilingi oleh para setan yang menyesatkan. Karena itu, Rasulullah mengajurkan kepada para pedagang untuk banyak bersedekah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai para pedagang sekalian! Sesungguhnya setan dan dosa hadir dalam perdagangan kalian. Maka campurilah perdagangan kalian dengan sedekah” (HR. Tirmidzi)***Wallahu a’lam.

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: