Kata-Kata Mutiara Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah

من أراد السعادة الأبدية، فليلزم عتبة العبودية (مدارج السالكين) لابن القيم 1/464

 Barangsiapa yang menginginkan sa’aadah abadiyyah (kebahagian abadi), hendaknya ia menetapi ‘atabatal ‘ubudiyyah (pintu penghambaan)

إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لا يدخل جنة الآخرة (مدارج السالكين) لابن القيم 1/488

Sesungguhnya di dunia ini terdapat surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan memasuki surga akhirat.

الذكر للقلب مثل الماء للسمك، فكيف حال السمك إذا فارق الماء (الوابل الصيب) 96

Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan, maka bagaimanakah kondisi ikan jika ia tidak di dalam air?

ما يصنع أعدائي بي؟ أنا جنتي وبستاني في صدري، أين رحت فهي معي لا تفارقني، أنا حيسي خلوة، وقتلي شهادة، وإخراجي من بلدي سياحة (الوابل الصيب) 109

Apa yang akan dilakukan oleh musuh-musuhku terhadapku? Aku, surga dan dan kebunku dalam dadaku. Kemana pun aku pergi, ia selalu bersamaku. Jika aku dipenjara, maka ia bagiku khalwat (bersendirian dengan Allah). Jika aku terbunuh, maka ia bagiku kesyahidan. Jika aku diusir dari negeriku, maka bagiku ia adalah wisata.

المحبوس من حبس قلبه عن ربه تعالى، والمأسور من أسره هواه (الوابل الصيب) 109

Orang yang terpenjara sebenarnya adalah orang yang hatinya terhalang dari Rabbnya. Dan orang yang tertawan adalah orang yang tertawan oleh hawa nafsunya.

ما ندم من استخار الخالق، وشاور المخلوق، وثبت في أمره (الوابل الصيب) 158

 Tidak akan menyesal orang yang meminta pilihan (istikharah) kepada al-Khaliq, bermusyawarah dengan makhluk dan teguh dalam perkaranya.

 الزهد ترك ما لا ينفعك، والورع ترك ما يضرك

Zuhud adalah meninggalkan yang tidak bermanfaat untukmu, dan wara adalah meninggalkan sesuatu yang dapat membahayakanmu.

من فارق الدليل ضل السبيل

Barang siapa yang meninggalkan dalil, ia akan tersesat jalan (sabiil)

أهل السنة والعلم والايمان يعلمون الحق ويرحمون الخلق

 Ahli Sunnah, ilmu dan iman adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran (haq) dan penyayang kepada makhluk (khalq).

الفتنة لها سببان: إما ضعف العلم، وإما ضعف الصبر، فإن الجهل والظلم أصل الشر

 Fitnah memiliki dua sebab: (1) Kelemahan dalam ilmu, (2) Kelemahan dalam sabar. Sesungguhnya kebodohan dan kezaliman adalah pokok dari keburukan.

*Dinukil dari “al Madaakhil ilaa Aatsaari Syaikhil Islam wa Maa Lahiqa min A’maal”, hal. 41-48, Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid -rahimahullah.

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

1 Komentar

  1. Reblogged this on ibnumanshur94.

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: